Senin, 08 September 2014

BAHAYA HP DI KAMAR TIDUR

  Penemu permasalahan hand phone seorang ilmuwan kimia Jerman yang bernama
Froydehayem Folenhurst (bukan Podolsky yah…) memperingatkan bahaya
meninggalkan Hand phone (peralatan seluler) dalam keadaan hidup di
kamar-kamar tidur dalam keadaan hidup terhadap otak manusia. Dan dia
berkomentar dalam pertemuan khusus yang dihadirinya di Munich, sesungguhnya
meninggalkan perangkat-perangkat tersebut atau perangkat pengiriman apapun
atau menerima sinyal di kamar-kamar tidur akan mengakibatkan kondisi sulit
tidur, resah dan bahkan tidak bisa tidur, serta kerusakan pada otak sehingga
dalam jangka waktu lama akan berdampak kepada kerusakan sistem kekebalan
dalam tubuh. Dia menekankan dalam jumpa pers bahwasanya ada dua ukuran
frekuensi sinyal (radiasi) yang memancar dari seluler, yang pertama 900MHz
dan kedua 1.8MHz yang mempengaruhi badan manusia dengan bahaya
yang bermacam-macam.

  Ia mengisyaratkan kepada stasiun pengatan Handphone yang
kekuatannya menyamai sinar (radiasi) yang berakibat kepada reaksi mikro
nuklir sebagaimana reaksi elektromagnetik. Efek yang dihasilkan oleh seluler
ini lebih kuat dari radiasi sinar X yang menembus semua anggota tubuh.
Ilmuwan Jerman yang hidup menyendiri dirumahnya di Munich ini
mengindikasikan bahwa Handphone mungkin memancarkan energi yang lebih tinggi
dari yang diperbolehkan (standard) terhadap syaraf-syaraf di bagian kepala
setiap detakan yang dikirimkannya yang mana terpancar dari Handphone yang
bernomor radiasi elektromegnetik yang berfrekuensi 900MHz per beberapa
detik. Waktu perdetiknya mencapai 546 micro detik, dan rata-rata
pengulangan detak adalah 215Hz. Dalam hal ini juga mengisyaratkan kepada
sejumlah realita penyakit yang kebanyakan penderitanya pengguna seluler,
seperti pusing-pusing dan rasa sakit lemah ingatan, susah tidur dan
gelisah ditengah-tengah tidur, telinga  berdengung pada malam hari. 

  Penelitian menunjukan juga bahwa frekuensi yang  berlebihan dari perangkat
elektromagnetik ini mungkin akan menyebabkan beberapa bahaya kepada otak
manusia. Dia menafsirkan dengungan telinga itu disebabkan oleh energi yang
berlebihan yang masuk kedalam tubuh manusia melalui seringnya berhadapan
dengan gelombang elektromagnetik yang berlebihan. Professor yang menemukan
seluk-beluk Handphone berkata di tengah pekerjaannya di perusahaan
elektronika Siemens Jerman bahwa radiasi Handphone menembus sel-sel otak
kurang lebih 215 kali tiap detik, satu hal yang menyebabkan meningkatnya
prosentase gejala kanker dalam tubuh 4% dari rata-rata kebiasaan.
Berdasarkan informasi dari organisai kesehatan dunia (WHO) bahwasanya
ditemukan pada level dunia sekitar 400 juta Hanphone dan kemungkinan jumlah
ini akan mencapai 1 milyar (bahkan lebih). 

  Ilmuwan jerman FolenHurst yang juga sukses dalam menambah kapasitas memory data dari 1 hingga 4 Giga Bytes dan yang telah membuat revolusi dalam pembuatan teknologi data mengukuhkan
bahwa dia telah terancam penyakit kanker tulang di tengah pekerjaannya diperusahaan yang luar biasa rumitnya itu. Dia merasa bahwa ia terpaksa harus pensiun dini dan mulai mengobati dirinya sendiri dari kanker tulang tersebut dengan menggunakan obat-obatan alami seperti biji mangga yang dikeringkan dan bawang putih yang di jemur. Dia mengisyaratkan bahwasanya ditemukan
pengaruh yang sangat berbahaya pada kesehatan dalam kondisi umum melebihi batas aman menurut
standar internasional bagi pengguna telepon seluler. Ia merekomendasikan
agar melakukan penelitian lebih serius mengenai pengaruh penggunaan telepon
seluler dalam jangka waktu yang lama sebab kurangnya informasi mengenai hal
ini akan mengakibatkan bahaya yang cukup serius.  

  Professor Jerman tersebut berkata bahwa penyakit kanker pada orang dewasa yang diakibatkan oleh
lingkungan tidak mungkin mengungkapnya kecuali setelah lebih dari sepuluh
tahun sejak awal terjangkitnya, oleh karena itu haruslah memprioritaskan
pelaksanaan penelitian dalam jangka waktu yang lama. Dia juga mengisyaratkan
bahwa Uni Eropa mulai melaksanakan penelitian seputar pengaruh-pengaruh Handphone terhadap kesehatan masyarakat karena perusahaan-perusahaan yang memproduksi dan memasarkan Handphone tidak memberikan informasi tentang pengaruh-pengaruh seluler saat penggunaannya
dalam waktu yang cukup lama karena penelitian-penelitian ini belum berjalan sebelumnya karena penggunaannya masih baru. Pada sisi lain ia berkata bahwa sesungguhnya sesuatu yang biasa, sebagian sel biasa berubah menjadi sel-sel kanker didalam tubuh manusia akan tetapi sistem kekebalan didalam tubuh akan berfungsi apabila tubuh itu sehat. 

  Ia menemukan bahwasanya ketika meneliti sel otak dan radiasi yang terpancar dari Handphone prosentase perkembangan kanker meningkat di dalam sel dari 5% sampai 59%. Dia juga menandaskan bahwa tidak pernah menggunakan Handphone di dalam hidupnya karena pengetahuannya
tentang bahayanya terhadap kesehatan manusia. Dia berkata sesungguhnya menolak menggunakan perangkat elektronik apa saja dirumahnya seperti televise, computer atau internet karena mempertimbangkan bahayanya terhadap kesehatan dalam jangka waktu yang panjang. Dia mengajak untuk menjauhi
Hanphone dari kamar-kamar tidur atau mematikannya total setelah berhenti
dari aktif untuk mengurangi waktu yang ada bersamanya dalam tempat tertutup
karena pengaruh radiasi bertambah terhadap orang tidur khusunya mata dan
motorik otak. Ilmuwan kimia Jerman itu memperingatkan dalam penutupan dialog
yang dilaksanakan bersamanya di tempat organisasi Al Shadaqah (persahabatan)
di Munich tentang bahaya dari seluler atau elektronika secara umum terhadap
kesehatan anak dan terhadap sistem tubuh perasa (sensitive) dibandingkan
dengan orang dewasa seperti otak dan hati. Dia berkata sesungguhnya
perangkat modern merupakan sebab utama meningkatnya macam-macam penyakit
yang banyak secara merata di Negara-negara maju. Ilmuwan Jerman tersebut
yaitu Professor dalam bidang kimia industri menghabiskan 45 tahun dari
hidupnya dalam penemuan-penemuan teknologi, ia membawa di sakunya aluminum
sepanjang satu lengan sebagai alat untuk membatasi sumber radiasi di tempat
tertutup dimana saja seperti di kantor, dan kamar tidur, sebagaimana ia
menggunakan alat itu untuk menentukan arah Ka’bah Qiblat yang mulia. Dan ia
berkata bahwasanya ia tidak sempat menikah dan membina rumahtangganya
disebabkan kesibukan yang terus menerus dalam penemuan-penemuan besar yang
membuahkan penyakit kanker baginya.  

  Ia berkata sambil berkelakar: “Hanya saja aku bangga telah berbuat untuk bangsaku Jerman dan untuk dunia ini, dan aku juga bangga karena aku bisa mengidentifikasi sel-sel kanker ditulangku
dan kuperhatikan perkembangannya di dalam rumahku jauh dari dokter-dokter dan rumah sakit.”!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar